Read more
Terdengar suara anak belalang mengaum " Endi bangun , udanh jm berapa ini !! " . *Kreek* pintu kamar terbuka , dengan setengah sadar Endi berkat " Iya , iyaa , iya " . " Liat jam !! Udah jam berapa ini ? " . " Eh ada ayah ? Kapan datengnya ? " Kata Endi dengan sedikit bingung Dengan muka tanpa ekspresi Ayah Endi berkata " Endi dari tadi Ayah udah di sini , liat jam !! udah siang ini " . " Iya Ayah iya Endi tau " . " Terus kalo tau Ayah harus salto gitu ? " . " Hehehehe iya maaf , yaudah Ayah mending keluar dulu Endi mau diam sejenak biar sadar " Kata Endi . " Yaudah , awas aja kalo tidur lagi " Kata Ayahnya .
Setelah ia berdiam sejenak Endi memutuskan untuk mandi , selesai mandi suara telepon selulernya berbunyi *Tettotettotettettottet* " Elga tumben telepon " Kata Endi dalam hati . " Halo ada apa Ga ? " Kata Endi " . " Ada yang mau gua omongin nih , ke kafe sensor yuk " Jawab Elga . " Emm ,, yaudah rencananya jam berapa ke sana ? " . " Jam 2 siang aja " Kata Elga . " Yaudah deh " kata Endi .
Pada jam 13.40 Endi berangkat ke Kafe tersebut . Sesampainya di kafe " Elga mana ini ? janjinya jam 2 " Kata Endi dalam hati . Akhirnya Endi memutuskan untuk masuk ke dalam Kafe tersebut " Wah penuh banget " Keluh Endi . Ternyata di dalam kafe tersebut masih ada tempat yang kosong . Tanpa basa basi Endi duduk dan memesan minuman . Terlihat seorang perempuan cantik memakai pakaian yang unik dan mengundang perhatian masuk bersama adiknya yang masih kecil . " Aduh de , penuh kafenya " Kata perempuan tersebut . " Dihh masa pulang , kaki aku udah pegel nih " . " Mmm bentar dulu geh dek kaka mau kesana dulu ikut ga ? " . " Ikut aja deh " . Perempuan tersebut menuju ke tempat Endi " Mas bisa saya sama ade saya duduk di sini ? Kasian ade saya udah kecapean " Tanya perempuan itu . " Emm gimana ya ? Soalnya nanti ada temen saya juga " Jawab Endi . " Tolong lah mas , ade saya udah ga kuat lagi pengen duduk " . Dengan berberat hati Endi memberikan tempatnya " Yaudah deh , kasian juga " ." Mas bisa minta tolong ga ? Bersihin tempat duduknya dong hehe " Kata perempuan tersebut dengan raut muka seperti tanpa dosa . " Iya " Kata Endi dengan sedikit jengkel . Endi lalu menyalakan rokoknya . " Emm mas bisa minta tolong ga matiin rokoknya , ade saya ga kuat ngisep asap rokok " . Dengan nada tinggi Endi berkata " Maaf ya Mba sebelumnya , tempat sudah say kasih , ngebersihin kursi udah tapi tolong jangan minta saya untuk matiin rokoknya !! " . " Tapi kasian ade guenya !! " . " Gausah nyolot dong mba , cengeng amat sih adenya cuma ngisep rokok dikit aja pake acara ga kuat segala " . Karena amarahnya yang membeludak perempuan itu berdiri dan membidangkan badannya , sehingga belahan dadanya terlihat . " Heh lo !! Berani ya ngeledek ade gue , namanya juga anak kecil maklum lah tuh liat ade gua nagis " . Endi berfikir dan tanpa disengaja akal mesumnya keluar . " Mba boleh minta tolong gag ? Kalau pake baju itu yang sopan jangan yang belahan dadanya keliatan kasian ade saya udah cape duduk terus gara gara mba ade saya mulai memberontak nih karena pamandangan yang mba kasih " Kata Endi dengan raut muka mesumnya . Tanpa disadari pandangan semua orang di kafe tersebut tertuju pada keributan yang Endi dan perempuan itu buat . Keadaan kafe yang tadinya ramai menjadi hening sejenak ketika Endi mengatakan kata kata tersebut .
Setelah ia berdiam sejenak Endi memutuskan untuk mandi , selesai mandi suara telepon selulernya berbunyi *Tettotettotettettottet* " Elga tumben telepon " Kata Endi dalam hati . " Halo ada apa Ga ? " Kata Endi " . " Ada yang mau gua omongin nih , ke kafe sensor yuk " Jawab Elga . " Emm ,, yaudah rencananya jam berapa ke sana ? " . " Jam 2 siang aja " Kata Elga . " Yaudah deh " kata Endi .
Pada jam 13.40 Endi berangkat ke Kafe tersebut . Sesampainya di kafe " Elga mana ini ? janjinya jam 2 " Kata Endi dalam hati . Akhirnya Endi memutuskan untuk masuk ke dalam Kafe tersebut " Wah penuh banget " Keluh Endi . Ternyata di dalam kafe tersebut masih ada tempat yang kosong . Tanpa basa basi Endi duduk dan memesan minuman . Terlihat seorang perempuan cantik memakai pakaian yang unik dan mengundang perhatian masuk bersama adiknya yang masih kecil . " Aduh de , penuh kafenya " Kata perempuan tersebut . " Dihh masa pulang , kaki aku udah pegel nih " . " Mmm bentar dulu geh dek kaka mau kesana dulu ikut ga ? " . " Ikut aja deh " . Perempuan tersebut menuju ke tempat Endi " Mas bisa saya sama ade saya duduk di sini ? Kasian ade saya udah kecapean " Tanya perempuan itu . " Emm gimana ya ? Soalnya nanti ada temen saya juga " Jawab Endi . " Tolong lah mas , ade saya udah ga kuat lagi pengen duduk " . Dengan berberat hati Endi memberikan tempatnya " Yaudah deh , kasian juga " ." Mas bisa minta tolong ga ? Bersihin tempat duduknya dong hehe " Kata perempuan tersebut dengan raut muka seperti tanpa dosa . " Iya " Kata Endi dengan sedikit jengkel . Endi lalu menyalakan rokoknya . " Emm mas bisa minta tolong ga matiin rokoknya , ade saya ga kuat ngisep asap rokok " . Dengan nada tinggi Endi berkata " Maaf ya Mba sebelumnya , tempat sudah say kasih , ngebersihin kursi udah tapi tolong jangan minta saya untuk matiin rokoknya !! " . " Tapi kasian ade guenya !! " . " Gausah nyolot dong mba , cengeng amat sih adenya cuma ngisep rokok dikit aja pake acara ga kuat segala " . Karena amarahnya yang membeludak perempuan itu berdiri dan membidangkan badannya , sehingga belahan dadanya terlihat . " Heh lo !! Berani ya ngeledek ade gue , namanya juga anak kecil maklum lah tuh liat ade gua nagis " . Endi berfikir dan tanpa disengaja akal mesumnya keluar . " Mba boleh minta tolong gag ? Kalau pake baju itu yang sopan jangan yang belahan dadanya keliatan kasian ade saya udah cape duduk terus gara gara mba ade saya mulai memberontak nih karena pamandangan yang mba kasih " Kata Endi dengan raut muka mesumnya . Tanpa disadari pandangan semua orang di kafe tersebut tertuju pada keributan yang Endi dan perempuan itu buat . Keadaan kafe yang tadinya ramai menjadi hening sejenak ketika Endi mengatakan kata kata tersebut .



0 Reviews