Read more
Sambil memejam kan matanya dan menahan air mata yang akan jatuh Tulip berkata " Sayang , kita sudah tidak ada kecocokan lagi sama sekali . Mungkin ini akhir dari kisah cinta kita " . " Hah ? apa Aku tidak salah dengar ? , ini bukan kamu sadar Tulip sadar , kita baru pacaran kurang lebih hampir 21 menit " kata Engke sambil terkaget mendengan ucapan Pacarnya tersebut .
Karena saking kagetnya , Ia berdiri dan lupa bahwa di sampingnya terdapat lantai yang licin karena baru dibersihkan lalu ia terpeleset dan jatuh pingsan . Dari kejauhan Engke mendenar ada seorang perempuan memanggilnya " Bang , Abang Bang Engke bangun sudah siang " . Ia mulai bingung sendiri dengan kata-kata itu , dan tiba-tiba ada cipratan air yang membasahi wajahnya . Engke mulai mebuka matanya perlahan lahan dan Ia melihat sosok seperti badut besar yang memakai daster bolong-bolong mencipratinya dengan air . Dan setelah satu persatu nyawa pemuda itu terkumpul , Ia baru sadar bahwa sosok tersebut adalah Ibunya sendiri . " Iya Mah iya , Enkenya kumpulin nyawa dulu ya " Kata Engke yang masih settengah sadar tersebut . " Kamu itu ya , sudah jam berapa kien ? Turu bae sire kuen " Kata Ibunya sambil memakai bahasa banten , tetapi anehnya ia memakai logat bahasa Batak . " Mah itu logat bahasa Batak , bukan logat bahasa sini " . " Iye ye , maafin mamah la kan kite baru pindah rumah sebulan yang lalu " Tanpa disadari Ibunya mengulangi kesalahan lagi . Engke malah tambah bingung dan berkata " Maaaahhhh " . " Maklumi saja lah " kata Ibunya dengan memakai logat dan bahasa yang benar . " Nah begitu kan lebih baik " Kata Engki . " Yaudah Mamah mau masak dulu , jangan tidur lagi kau " . " Iye " kata Engki .
Sambil mengumpulkan nyawanya Engki melamun tenang mimpi tersebut " Ko mimpi itu datteng lagi ya ? , bukannya ga mensyukuri nikmatnya mimpi sih tapi kan sakit kalo mimpinya kepeleset terus huuh nasib deh " . Setelah Ia sudah sadar 100 persen tapi sepertinya 101 perser karena sifatnya agak overdosis , Engki keluar dari kamarnya lalu menuju kamar mandi .
Selesai mandi dan sudah berpakaian rapi , Engke pamit kepada orangtuanya untuk kuliah .
Sampenya di Kampus Engke bertemu dengan pacarnya yang bernama Tulip . " Hei .. Baru dateng nih ? " kata Engke . " Iya nih , barusan aja " Tulip menjawab . " Ke kelas yuk , udah mau masuk nih " . " Hayu sayang " .
Jam pelajaran akhirnya selesai . " Lip , ke cafe IN yuk " Engke mengajak Tulip . " ayu , Engkenya " kata Tulip dengan menggunakan logat sunda . Tulip merupakan pindahan dari Universitas ternama di Bandung , ia bisa bertemu dengan Engke karena mereka berdua tersesat untuk menuju kampus .
Gini ceritanya " Hmm , Bingung pisan euy . " Tulip kebingungan karena bingung khendak menaiki bis yang mana . " Pindahan juga ? " Sahut Engke yang juga kebingungan . " Iya nih , Kamu teh siapa ? " Jawab Tulip dengan menggunakan logat sundanya . " Saya itu manusia bukannya teh " jawab Engke dengan menggunakan logat bataknya . " ohh hahaha sorry , maksud saya kamu itu siapa ? " . " ooh Engke " . " Kapan ? " . " maksudnya ? " . " Ihh ko ga nyambung ? , kamu itu siapa ? " . " ya Engke " . " Kapan mau ngasih taunya kalo engke , engke deui " Tulip mulai jengkel . " Apa pula kau ini , aku tak mengerti . " Begitu juga dengan Engke dia mulai jengkel . " Haduh kalian berdua tuh ya , berisik amat kali " Kata seorang pria yang kira-kira umurnya sudah 50 tahunan . " Abdi juga bingung pak " kata Tulip . " Bah saya juga bingung ini " kata Engke . " ohh kalian baru pindah ya ? kalau saya tidak salah denger kalian itu miss communication , sebenarnya nama Pemuda ini adalah Engke tapi jangan dimasukkan ke dalam bahasa sunda karena dalam bahasa sunda Engke berarti kapan " Pria itu menjelaskam secara detail . " Ohh hahaha " Kata Engke . "Bapak mau kemana ?" Kata tulip . "Saya mau ke Universitas Bunga"Kata pak Dodi . "Saya juga mau kesana Pak" Kata tulip dan Engke ." Ya kebetulan , hayuk bareng . " . " oke " kata Engke . " bagus " kata Tulip . " Oiya nama Bapak siapa ? " tanya Engke . " Panggil saja pak Dodi , kalo kamu ? " Saya Engke dan dia .. siapa nama kamu ? " Tanya Engke . " Nama saya Tulip " . " Baiklah Tulip dan Engke busnya sudah datang , hayuk " .
Nah dari situ mereka saling kenal . Karena kejadian tersebut , mereka sangat akrab dan lama kelamaan mereka jadian deh .
Lanjut kecerita yang tadi yuk ." Ya aku ikut dong sayang " kata Engke . " Ihh bukan , Engkenya itu artinya tunggu ya " Kata Tulip . " Ya maaf sayang kan lupa akunya " . " hmm iya deh " Tulip sedikit ngambek .
Sampenya mereka di Cafe IN mereka duduk dan memesan makanan . " Mba " Engke memanggil pelayan . " Iya bentar mas " kata pelayan tersebut . Pelayan tersebut mendekati meja Engke dan Tulip . " Abang Engke ? " kata pelayan tersebut . Engke hanya bingung , sementara Tulip marah kepada pelayan tersebut karena ia mendengar pelayan tersebut bilang ' A .. Bangke !! ' kepada pacarnya . " Heh lo jaga ya omongan lo . Beraninya katain cwo gue Bangke " kata tulip dengan raut wajah marah . " Maksud mba apa ?! " . Kata pelayan . " Tadi gue denger lo bilang Bangke ke cwo gue " . Engke malah kebingungan melihat mereka berdua ribut dengan asiknya " Woy , ada apa sih ? " kata Engke . " Kamu ga denger Dia bilang BANGKE ke kamu ?! " kata Tulip . " Bangke ?? , setau Aku dia bilang Abang Engke deh " Engke menjawab . " Ia tah ? " Tulip bingung . Orang-orang yang berada di cafe tersebut pandangannya hanya terpaku pada keributan itu . " Terus lo ini siapa manggil-manggil gua Abang Engke ? " kata Engke . " Abang tak ingat ? aku ini tetangga Abang dulu " Kata pelayan tersebut . " Kamu Iin ? " . " Iya Abang " . " Ohh , kamu kerja di sini ? " . " Iya Bang " kata Iin . " hmm malu deh " Kata Tulip dengan perasaan malu dan sedikit emosi . " Makannya jadi orang jangan emosian , cari tau dulu yang sebenarnya jangan asal bicara saja " kata Engke . " Iya deh aku minta maaf " Kata Tulip ." Jangan minta maaf ke Aku dong sayang , minta maafnya ke Iin " . " iya iya , Iin maaf ya !! Gua udah berburuk sangka ke lo " Kata Tulip . " Iya ko mba , tapi jangan lagi-lagi ya !! " Kata Iin yang sedikit jutek kepada Tulip . L Nah gitu dong kan enak diliatnya kalo akur . Hehehe " Kata Engke .
Tanpa disadari orang-orang yang berada di dalam cafe tersebut tertawa sedikit ditahan melihat kejadian tersebut , Dan Tulip pun malu karena perbuatannya sendiri .
Untuk kritik dan saran hub:
Twitter : @adi_febriyan
Email/Facebook : febriyan_adinugraha@ymail.com
HandPhone : 087774338074



2 Reviews
Felice giornata a te...ciao
ReplyDeleteciao scusa se ho sbagliato lingua
ReplyDelete