Read more
Part 5
Semua Rakyat Pudih menjadi tegang , Ray dan teman-temannya , yaitu Palo , Idra , Onoyirt , dan yang lainnya membagi tugas . Dan yang mengatur strategi diserahkan kepada Palo .
" Ya kawan-kawan aku disini akan membagikan tugas untuk kalian , Onoyirt dan Idra melindungin para Wanita , Anak-anak , dan Manula bawa mereka ke tempat persembunyian kita " Kata Palo . " baik , kami akan melakukan yang terbaik " Kata Onoyirt dan Idra . " Nah Ray dan Damha mengumpulkan pasukan untuk menjaga gerbang depan dari musuh , kalo bisa jangan sampai mereka memasuki perumahan " Kata Palo . " Sip " kata Ray dan Damha . " aku dan Mami akan mengumpulkan pasukan pemanah untuk siap-siap di atas perbukitan dan kita akan menyamar menggunakan dedaunan oiya Ray dan Damha kalo bisa pancing mereka ke perbukitan agar pasukan pemanah bisa memanah mereka " . " siap kapten " kata Ray dan Damha " oiyah hampir lupa , Onoyirt dan Idra kumpulkan setengah pasukan dari pasukan bertahan untuk menjaga-jaga dan jika terjadi apa-apa nyalakan api yang berada di atas goa supaya bantuan datang , Ray kamu harus membawa mundur pasukan mu terlebih dahulu supaya pasukan Damha bisa mengepung dari belakang lalu sedikit demi sedikit kalian giring mereka ke tempat yang dekat dengan perbukitan . Mengerti semuanya ? " Kata Palo . Dengan suar lantang mereka menjawab " Mengerti kapten . " Bagus , mulai sekarang laksanakan tugas kalian " Kata Palo . Mereka pun menjalankan tugasnya masing-masing .
Suasana semakin tegang ketika Raja Salebaud berbicara dengan suara yang lantang " Hai rakyat Pudih menyerahlah kalian , kalian akan mati sia-sia jika masih mau melawan " . Dengan suara yang tegas Ray berbicara " Wahai rakyat Pudih kalian janganlah takut , jika kita berjuang bersama-sama pasti kita bisa mengalahkan mereka " . Rakyat Pudih berteriak" ya , ya , ya " . " Siapa engakau ?? berani-beraninya menentang aku " kata Raja Salebaud . " Kau tidak perlu tau siapa aku , yang panting kami disini akan memusnahkanmu dari tempat ini " Kata Ray .. " Hahahaha pasukan kalian tidak ada seperempat pun dari pasukan kami , apa klian yakin bisa memusnahkan kami ? " . " kami yakin akan memusnahkan mu , bahkan tubuhmu nanti akan kami musnahkan " . mendengan perkataan itu Raja Salebau sangat kesal , lalu ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang .
Perang dimulai , Ray meemerintahkan pasukannya untuk bertahan dan mundur selangkah demi selangkah " Bertahan !!! mundur selangkah demi selangkah " . Ray melakukan itu supaya pasukan Damha dapat menyerang dari belakang , kanan dan kiri . Setelah pasukan Ray sudah mundur terlalu jauh , dengan diam-diam pasukan Damha menyerang dari belakang,kanan,dan kiri . Raja salebaud terkejut , ia langsung mencari perlindungan di tengah-tengah pasukan elitenya . Tanpa disadari pasukan Ray dan Damha mengiring pasukan Salebaud ke tempat yang sudah direncanakan , yaitu di bawah perbukitan . Darah berceceran di mana-mana satu persatu Rakyat Pudih berguguran . Setelah sampai ditempat itu , pasukan Ray dan Damha ada yang pergi mencari perlindungan dan ada yang membawa tameng untuk perlindungan dari panah pasukan Palo . Melihat kondisi itu Salebaud tertawa " Hahahaha cuma disini kemampuan kalian ??? , apa aku bilang kan enak kalo tadi nyerah aja " . Rakyat Pudih terdiam membisu , di medan perang hanya puluhan orang yang tersisa termasuk di dalamnya terdapat Ray dan Damha . " Matilah kalian semua " kata salebaud .
Dari Perbukitan terdengar suara yang sangat lantang " Hei Salebaud , kamu dan prajuritmu yng akan mati , SERANG!!! " . Panah pertama seakan-akan menutupi jarak pandang ke perbukitan . Rakyat Pudih yang tersisa di medan perang berlindung dengan tameng mereka dan perlahan meninggalkan tempat itu . Dengan raut muka yang cemas Salebaud berkata " bertahan!! " . Selagi pasukan Salebaud bertahan , sambil menunggu semua panah berjatuhan Pasukan Ray dan Damha yang tersisa maupun yang sembunyi bersiap siap untuk menyerang kembali . Setelah panah pertama habis Rakyat Pudih menyerang kembali . Darah semakin banyak berceceran di mana-mana . Pasukan Salebaud sedikit demi sedikit berguguran . Rakyat Pudih kembali bertahan da meninggalkan medan perang , dan panah yang ke 2 ditembakan . Pasukan Salebaud tinggal setengah dari sebelumnya , ia semakin cemas . Dan panah yang ketiga dengan menggunakan bara api di tembakan . Pasukan salebaud tinggal seperempat dari sebelumnya dan setelah panah sudah habis , Pasukan Ray dan Damha menyerang kembali . Ray menyerang dengan sekuat tenaga , dan di depannya terdapat Salebaud ia langsung menyerangnya pertarungan semakin seru dan menantang dengan aanya duel tersebut . Akhirnya Salebaud dan pasukannya musnah , semua rakyat gembira melihat Raja Salebaud Mati . " Yeaah , kita bebas dari ancaman Salebaud " kata Ray . Mayat pasukan Salebaud di buang ke jurang yang dalam dan dikubur , dan prajurit Pudih yang gugur di kubur di tanah kosong dekat perbukitan . Hari itu jug Semua Rakyat Pudih mengadakan upacara pemakaman pahlawan .
Rakyat Pudih baru mengadakan pesta kemenanga sebulan kemudian , di karenakan untuk menghormati pejuang yang gugur di medan perang .
Pestapun berlangsung dan semua Rakyat Pudih bergembira bersama menikmati kebebasan tanpa adanya Raja Salebaud , tapi mereka tetap waspada . Mungkin diluar sana masih terdapat Salebaud-Salebaud lainnya .
TAMAT
Untuk kritik dan saran
Twitter : @adi_febriyan
Email/Facebook : febriyan_adinugraha@ymail.com
HandPhone : 087774338074
Semua Rakyat Pudih menjadi tegang , Ray dan teman-temannya , yaitu Palo , Idra , Onoyirt , dan yang lainnya membagi tugas . Dan yang mengatur strategi diserahkan kepada Palo .
" Ya kawan-kawan aku disini akan membagikan tugas untuk kalian , Onoyirt dan Idra melindungin para Wanita , Anak-anak , dan Manula bawa mereka ke tempat persembunyian kita " Kata Palo . " baik , kami akan melakukan yang terbaik " Kata Onoyirt dan Idra . " Nah Ray dan Damha mengumpulkan pasukan untuk menjaga gerbang depan dari musuh , kalo bisa jangan sampai mereka memasuki perumahan " Kata Palo . " Sip " kata Ray dan Damha . " aku dan Mami akan mengumpulkan pasukan pemanah untuk siap-siap di atas perbukitan dan kita akan menyamar menggunakan dedaunan oiya Ray dan Damha kalo bisa pancing mereka ke perbukitan agar pasukan pemanah bisa memanah mereka " . " siap kapten " kata Ray dan Damha " oiyah hampir lupa , Onoyirt dan Idra kumpulkan setengah pasukan dari pasukan bertahan untuk menjaga-jaga dan jika terjadi apa-apa nyalakan api yang berada di atas goa supaya bantuan datang , Ray kamu harus membawa mundur pasukan mu terlebih dahulu supaya pasukan Damha bisa mengepung dari belakang lalu sedikit demi sedikit kalian giring mereka ke tempat yang dekat dengan perbukitan . Mengerti semuanya ? " Kata Palo . Dengan suar lantang mereka menjawab " Mengerti kapten . " Bagus , mulai sekarang laksanakan tugas kalian " Kata Palo . Mereka pun menjalankan tugasnya masing-masing .
Suasana semakin tegang ketika Raja Salebaud berbicara dengan suara yang lantang " Hai rakyat Pudih menyerahlah kalian , kalian akan mati sia-sia jika masih mau melawan " . Dengan suara yang tegas Ray berbicara " Wahai rakyat Pudih kalian janganlah takut , jika kita berjuang bersama-sama pasti kita bisa mengalahkan mereka " . Rakyat Pudih berteriak" ya , ya , ya " . " Siapa engakau ?? berani-beraninya menentang aku " kata Raja Salebaud . " Kau tidak perlu tau siapa aku , yang panting kami disini akan memusnahkanmu dari tempat ini " Kata Ray .. " Hahahaha pasukan kalian tidak ada seperempat pun dari pasukan kami , apa klian yakin bisa memusnahkan kami ? " . " kami yakin akan memusnahkan mu , bahkan tubuhmu nanti akan kami musnahkan " . mendengan perkataan itu Raja Salebau sangat kesal , lalu ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang .
Perang dimulai , Ray meemerintahkan pasukannya untuk bertahan dan mundur selangkah demi selangkah " Bertahan !!! mundur selangkah demi selangkah " . Ray melakukan itu supaya pasukan Damha dapat menyerang dari belakang , kanan dan kiri . Setelah pasukan Ray sudah mundur terlalu jauh , dengan diam-diam pasukan Damha menyerang dari belakang,kanan,dan kiri . Raja salebaud terkejut , ia langsung mencari perlindungan di tengah-tengah pasukan elitenya . Tanpa disadari pasukan Ray dan Damha mengiring pasukan Salebaud ke tempat yang sudah direncanakan , yaitu di bawah perbukitan . Darah berceceran di mana-mana satu persatu Rakyat Pudih berguguran . Setelah sampai ditempat itu , pasukan Ray dan Damha ada yang pergi mencari perlindungan dan ada yang membawa tameng untuk perlindungan dari panah pasukan Palo . Melihat kondisi itu Salebaud tertawa " Hahahaha cuma disini kemampuan kalian ??? , apa aku bilang kan enak kalo tadi nyerah aja " . Rakyat Pudih terdiam membisu , di medan perang hanya puluhan orang yang tersisa termasuk di dalamnya terdapat Ray dan Damha . " Matilah kalian semua " kata salebaud .
Dari Perbukitan terdengar suara yang sangat lantang " Hei Salebaud , kamu dan prajuritmu yng akan mati , SERANG!!! " . Panah pertama seakan-akan menutupi jarak pandang ke perbukitan . Rakyat Pudih yang tersisa di medan perang berlindung dengan tameng mereka dan perlahan meninggalkan tempat itu . Dengan raut muka yang cemas Salebaud berkata " bertahan!! " . Selagi pasukan Salebaud bertahan , sambil menunggu semua panah berjatuhan Pasukan Ray dan Damha yang tersisa maupun yang sembunyi bersiap siap untuk menyerang kembali . Setelah panah pertama habis Rakyat Pudih menyerang kembali . Darah semakin banyak berceceran di mana-mana . Pasukan Salebaud sedikit demi sedikit berguguran . Rakyat Pudih kembali bertahan da meninggalkan medan perang , dan panah yang ke 2 ditembakan . Pasukan Salebaud tinggal setengah dari sebelumnya , ia semakin cemas . Dan panah yang ketiga dengan menggunakan bara api di tembakan . Pasukan salebaud tinggal seperempat dari sebelumnya dan setelah panah sudah habis , Pasukan Ray dan Damha menyerang kembali . Ray menyerang dengan sekuat tenaga , dan di depannya terdapat Salebaud ia langsung menyerangnya pertarungan semakin seru dan menantang dengan aanya duel tersebut . Akhirnya Salebaud dan pasukannya musnah , semua rakyat gembira melihat Raja Salebaud Mati . " Yeaah , kita bebas dari ancaman Salebaud " kata Ray . Mayat pasukan Salebaud di buang ke jurang yang dalam dan dikubur , dan prajurit Pudih yang gugur di kubur di tanah kosong dekat perbukitan . Hari itu jug Semua Rakyat Pudih mengadakan upacara pemakaman pahlawan .
Rakyat Pudih baru mengadakan pesta kemenanga sebulan kemudian , di karenakan untuk menghormati pejuang yang gugur di medan perang .
Pestapun berlangsung dan semua Rakyat Pudih bergembira bersama menikmati kebebasan tanpa adanya Raja Salebaud , tapi mereka tetap waspada . Mungkin diluar sana masih terdapat Salebaud-Salebaud lainnya .
TAMAT
Untuk kritik dan saran
Twitter : @adi_febriyan
Email/Facebook : febriyan_adinugraha@ymail.com
HandPhone : 087774338074



0 Reviews